Berinteraksi dengan banyak peserta kursus telah memberikan warna, pengetahuan, dan persepsi baru yang lebih luas mengenai proses pembelajaran. Salah satunya adalah berupaya untuk memiliki cara pandang bahwa tidak semua orang mempunyai kesukaan dan kemampuan yang sama. Dari berbagai interaksi dan dikombinasikan dengan pengalaman pribadi, Admin Komukote mencoba berbagi cerita dalam bentuk tulisan tentang tips serta cara cepat belajar piano untuk pemula lengkap.

Cara Cepat Belajar Piano Untuk Pemula Lengkap

Pada pola permainan Piano ada beberapa genre yang bisa dijadikan spesifikasi pembelajaran, yaitu Pop, Klasik, Jazz, Bluess, dan lain-lain. Masing-masing memiliki karakter atau ciri khas yang unik dengan berbagai variasi teknik. Pemilihan genre tersebut tentunya berdasarkan kesuukaan (ketertarikan), kemampuan, serta lingkungan atau komunitas.

Tips dan Cara Cepat Belajar Piano Untuk Pemula

Bagi Anda yang ingin mempelajari permainan alat musik Piano, pasti memerlukan bahan dan instrumen pendukung berkaitan dengan media, sarana, dan prasarana untuk menuju menguasainya. Oleh karena itu, Komukote berupaya membantu dengan menyajikan tips sekaligus cara cepat belajar piano untuk pemula lengkap.

1. Menyediakan Instrumenya Adalah Cara Cepat Belajar Piano yang Pertama

Jika Anda berkeinginan untuk fokus menjadi pemain piano profesional, pastinya wajib untuk memiliki alatnya. Jika masih dalam tahap Komukote menyarankan untuk memiliki instrumen musiknya. Sedang untuk pemula, sebaiknya ada namun dalam pengadaanya sesuai dengan kemampuan.

Meskipun bisa belajar menggunakan aplikasi online atau software simultor, namun sensasi, dinamika, dan ekspresinya akan berbeda dengan memainkan Piano aslinya. Tujuan utama pengadaan atau penyediaan Piano dalam pembelajaran bukan diambil dari nilai prestisenya sebagai bagian dari life style atau gaya hidup, melainkan menjadi fasilitas untuk mempermudah dan mempercepat belajar Piano untuk pemula.

Memiliki Piano menjadi saran pertama sekaligus sarana utama bagi Anda yang ingin mempelajari dan menguasai teknik permainannya. Tujuan memilikinya adalah untuk menjaga semangat dan mengantisipasi keadaan saat berlatih mengalami penurunan mood atau merasa bosan. Pilihan jenis Piano yang dimiliki bisa disesuaikan dengan selera dan kemampuan anggaran serta kegunaan atau fungsinya. Selain itu, kondisi ruang atau tempat penyimpanan juga dapat mempengaruhi pemilihan jenis piano.

Memiliki atau tersedia Instrumen musik Piano? Berarti harus beli atau sewa donk…? Yup, bermain Piano itu bukan sesuatu yang instan dan butuh semangat yang luar biasa. Jadi, tunjukan semangat untuk mempelajari Piano dengan membeli atau menyewanya. Setidaknya itu akan menjadikan Anda berpikir untuk terus memanfaatkannya untuk belajar dan senantiasa meningkatkan skill.

2. Mendapatkan Guru atau Instruktur Piano Sebagai Pembimbing dan Motivator

Memilih dan menentukan guru atau tutor piano mungkin menjadi tips utama dan cara cepat belajar piano untuk pemula. Guru, tutor atau instruktur Piano memiliki peran penting dalam pembelajaran bukan hanya sebagai pendamping saat latihan. Namun juga sebagai pengarah, motivator, sekaligus inspirator saat belajar Piano.

Tutor sebagai guru atau instruktur Piano akan membimbing pola bermain Piano dengan baik dan benar sehingga Anda bisa memainkannya dengan jari dan posisi serta pola yang tepat. Hal ini juga akan memercepat Anda mempelajari serta menguasai permainan Piano baik secara teoritis maupun praktis.

Berarti ada anggaran untuk membayar Guru/Tutor/Instruktur Piano…? Tidak juga… Saya yakin jika bergabung dengan komunitas Pianis, Anda akan mendapatkannya dengan tepat. Kalaupun harus membayar, nilainya tidak seberapa dibandingkan dengan sewa atau beli Pianonya. Perlu ditegaskan lagi, jika berpikir mengenai biaya, maka tipsnya jadi murah bukan cara mudah belajar piano untuk pemula. He…66X.

3. Menggunakan Buku dan Internet serta Video Untuk Mempercepat Belajar Piano

Selain Guru/Tutor/Instruktur Piano, Anda juga bisa menjadikan buku dan internet serta video sebagai penunjang proses pembelajaran. Kita tidak mungkin bisa menguasai sesuatu dengan cepat kalau hanya mengandalkan dari satu pihak. Oleh karena itu perlu bahan pendukung atau referensi lainnya.

Mungkin ada yang berpikir untuk belajar Piano secara otodidak. Pertanyaannya, otodidak itu apa…? Kita coba kupas sedikit mengenai otodidak yang dikutip dari Wikipedia:

Otodidak atau autodidak (dari bahasa Yunani autodídaktos = “belajar sendiri”) merupakan orang yang tanpa bantuan guru bisa mendapatkan banyak pengetahuan dan dasar empiris yang besar dalam bidang tertentu. Mereka mendapatkan pengetahuan tersebut dengan belajar sendiri.

Pertanyaan berikutnya, adakah orang yang mampu mendapatkan banyak pengetahuan dan dasar empiris yang besar dalam bidang dengan belajar sendiri musik tanpa guru? Komukote menjawab dengan dasar pengalaman sejauh bergabung bersama komunitasnya, “hingga kini belum pernah menjumpainya”.

Kalaupun ada orang yang mampu menguasai Piano secara otodidak, dia secerdas apa dan mendapat referensi dari mana untuk menguasainya? Buku, Video, atau Internet? Itu berarti secara tidak langsung dia belajar dari orang lain dengan memanfaatkan media yang dibuat oleh si kreator. Kalau hanya mengandalkan buku, internet, dan video, menurut Admin Komukote belum bisa menjadi cara cepat belajar piano untuk pemula.

Buku, internet, maupun video hanya sebagai pendukung bagi orang yang ingin belajar lebih dalam dan dia sendiri sudah menguasai teknik dasarnya. Fasilitas yang lengkap tersebut dapat memang dapat mempermudah dalam proses pembelajaran, namun bagi pemula tidak lebih cepat jika ada tutor, guru, ataupun instrukturnya.

Di sisi lain, kita juga harus selektif memanfaatkan media buku, video dan internet sebagai referensi. Khusus untuk buku, mungkin memiliki tingkat validitas tinggi yang teorinya bisa dipertanggungjawabkan. Namun untuk video dan internet untuk saat ini masih banyak yang kurang layak dijadikan sebagai acuan.

Lihat saja di website penyedia layanan hosting video ataupun jejaring sosial yang banyak sekali pilihan tutorialnya. Namun jika dicermati, banyak sekali pola fingering yang masih belum tepat. Di sinilah peran guru, tutor, ataupun instruktur Piano sebagai mentor untuk memberi penjelasan dan contoh yang tepat saat memainkan Piano. Jadi, kesimpulannya untuk mempelajari Piano tetap membutuhkan Guru.

4. Bergabung Dengan Komunitas Pecinta dan Pemain Piano

Selain bisa menemukan teman seperjuangan dalam belajar, bergabung dengan komunitas juga dapat menambah wawasan atau pengetahuan mengenai teknik bermain Piano. Anda dapat berbagi pengalaman atau bahkan mendapat tips yang bisa menjadi solusi atas permasalahan dalam pembelajaran.

Komunitas yang diikuti dapat melalui jejaring sosial maupun kopi darat untuk berdiskusi tentang teknik permainan dan perawatan Piano. Dijamin, aktivitas ini bakal mendatangkan banyak manfaat dan efektif menjadi cara cepat belajar piano bagi pemula.

5. Menentukan Posisi Duduk yang Tepat Saat Memainkan Piano

Tips berikutnya adalah menentukan posisi duduk yang akan mempengaruhi cara dan gaya saat bermain Piano. Oleh karena itu, sejak awal belajar harus dibiasakan dengan cara duduk yang tepat, diantaranya:

  1. Duduk tegak (tidak membungkuk);
  2. Posisi lengan dan jari tangan horisontal dengan papan tuts Piano;
  3. Jaraknya cukup untuk menjangkau tuts piano (tidak terlalu dekat ataupun jauh);
  4. Posisi kaki menjangkau tiga pedal Piano (Sharp Pedal, Pianissimo Pedal, Sustained Pedal).

Mungkin ada yang berpendapat posisi duduk yang terpenting adalah kenyamanan. Namun, bagi Admin Komukote akan tetap mewajibkan peserta kursusnya untuk berposisi duduk yang tepat dengan pertimbangan:

  • Kenyamanan bisa dibentuk dari kebiasaan awal;
  • Nilai estetis atau keindahan posisi tubuh saat bermain Piano.

Inilah alasan berikutnya tentang pentingnya Guru atau Tutor musik untuk memandu dan memberi pengertian kepada orang yang belajar Piano agar memiliki sikap tubuh yang tepat. Lebih baik capek, pegal, atau bahkan kurang nyaman di awal pembelajaran, namun kemudian terbiasa dan akhirnya memiliki posisi tubuh tepat saat memainkan Piano.

6. Memahami Not Balok Banyak Manfaatnya

Admin Komukote banyak menjumpai Keyboardis yang tidak menguasai Not Balok. Rata-rata mereka dapat mempelajari Keyboard dari hasil pengembangan bakat pribadi dan didasarkan atas pemahaman bermain instrumen musik Gitar atau alat musik lainnya. Memang harus dibedakan antara Keyboard dengan Piano, namun pada dasarnya pola permainannya sama-sama menggerakan jari di atas tuts. Pertanyaannya, apakah wajib bagi pemain piano untuk memahami Not Balok?

Tidak wajib untuk menguasai Not Balok, namun akan lebih baik jika Pianis mengetahui dan memahaminya. Sebab, dengan memahami Not Balok maka akan lebih mudah mengembangkan teknik bermain serta lebih besar peluangnya diterima di dunia formal untuk mentransfer pengetahuan atau menjadi pengajar.

Membaca not balok merupakan suatu keahlian (sight reading skill) yang harus dilatih secara terus menerus, apalagi jika ingin mencapai tingkat Prima Vista. Keuntungan bagi yang memiliki kemampuan menbaca Not Balok, maka saat mempelajari lagu baru akan lebih cepat dan pola permainannya pun akan lebih tepat.

Not balok sendiri diakui oleh musisi dunia sebagai sistem penulisan notasi yang paling komprehensif atau lengakap. Di dalamnya terdapat banyak unsur yang bisa diterjemahkan dalam bentuk notasi angka, ekspresi, dinamika, perubahan tempo, pengulangan, dan lain sebagainya.

Sayangnya di Indonesia kesadaran untuk mempelajari not balok masih kurang. Mungkin ini disebabkan karena keterbatasan pengetahuan, sarana, dan prasarana. Di sinilah peran guru/tutor/instruktur untuk membantu menciptakan kesan mudah belajar piano untuk pemula. Jadi, mari kita mempelajari dan memahami serta membiasakan diri membaca not balok pada sesi permainan musik.

7. Mempelajari Pola Tangga Nada Dasar Diatonik Mayor

Tangga nada merupakan deretan nada yang membentuk pola tertentu sehingga menciptakan karakter atau ciri khas jika dimainkan. Tangga nada memiliki puluhan varian yang masing-masing terbentuk dari kultur atau kebiasaan serta ide dan kreeativitas. Contoh tangga nada yang populis diantaranya Diatonik, Pentatonik, Lydian, Bluess, dan lain-lain.

Perlunya menguasai tangga nada Diatonik Mayor adalah sebagai basic atau dasar untuk menguasai tangga nada lainnya. Diatonik Mayor biasanya dikenal dengan pola Do-Re-Mi-Fa-So-La-Si dan kembali ke Do. Di Indonesia sendiri menganut sistem “Movable Do” yang berarti, posisi “Do” dapat berubah menyesuaikan tanda kunci pada nada dasarnya. Berikut ini jenisi pola tangga nada diatonik mayor sesuai dengan tanda kuncinya:

  • Pola Tangga Nada Diatonik Mayor Kress (#)

Cara menentukan pola tangga nada mayor kres adalah diambil dari nada kelima tangga nada sebelumnya. Ketentuan jarak nada untuk tangga nada mayor adalah menggunakan rumus 1 – 1 – 1/2 – 1 – 1 – 1 – 1/2. Berikut ini deretan pola tangga nada mayor kress:

  1. Tangga Nada Natural (Do=C) : C – D – E – F – G – A – B – C
  2. Tangga Nada 1 # (Do=G) : G – A – B – C – D – E – F# – G
  3. Tangga Nada 2 # (Do=D) : D – E – F# – G – A – B – C# – D
  4. Tangga Nada 3 # (Do=A) : A – B – C# – D – E – F# – G# – A
  5. Tangga Nada 4 # (Do=E) : E – F# – G# – A – B – C# – D# – E
  6. Tangga Nada 5 # (Do=B) : B – C# – D# – E – F# – G# – A# – B
  7. Tangga Nada 6 # (Do=F#) : F# – G# – A# – B – C# – D# – E – F#
  • Pola Tangga Nada Mayor Moll (b)

Rumus untuk menentukan nada dasar tangga nada Mayor Mol adalah dengan mengambil nada keempat dari tangga nada sebelumnya dengan ketentuan jarak nada satu-satu-setengah-satu-satu-satu-setengah. Sehingga urutannya menjadi:

  1. Tangga Nada Natural (D=C) : C – D – E – F – G – A – B – C
  2. Tangga Nada 1b (Do = F) : F – G – A – Bb – C – D – E – F
  3. Tangga Nada 2b (Do=Bb) : Bb – C – D – Eb – F – G – A – Bb
  4. Tangga Nada 3b (Do=Eb) : Eb – F – G – Ab – Bb – C – D – Eb
  5. Tangga Nada 4b (Do=Ab) : Ab – Bb – C – Db – Eb – F – G – Ab
  6. Tangga Nada 5b (Do=Db) : Db – Eb – F – Gb – Ab – Bb – C – Db
  7. Tangga Nada 6b (Do=Gb) : Gb – Ab – Bb – Cb – Db – Eb – F – Gb
  8. Tangga Nada 7b (Do=Cb) : Cb – Db – Eb – Fb – Gb – Ab – Bb

Bagi pemula, tidak harus menghapal secara keseluruhan karena fase ini bisa dipelajari “sambil jalan”. Umumnya yang sering dipakai adalah pola Tangga Nada Natural (Do=C), Tangga Nada 1# (Do=G), Tangga Nada 2# (Do=D), Tangga Nada 3# (Do=A), Tangga Nada 4# (Do=E), dan Tangga Nada 1b (Do=F).

8. Menerapkan Fingering atau Pola Penjarian Bermain Piano yang Tepat

Pada permainan Piano sangat diperlukan kerjasama yang baik antara jari tangan kiri dan kanan. Keduanya harus dapat dipadukan untuk saling melengkapi dengan berbagai variasi.

Mungkin banyak orang yang sudah tahu dan mengerti tentang pola tangga nada diatonik mayor. Namun apakah mereka semua mengetahui cara memainkan dan menerapkan penjariannya dengan tepat di atas papan tuts Piano? Hm… Kayanya belum bisa menjawab dengan kata, “ya…”.

Pada pola permainan Piano, jari (baik tangan kanan maupun kiri) ditandai dengan menggunakan simbol angka satu sampai dengan lima, yaitu:

  • Angka Satu (1) sebagai simbol Ibu Jari;
  • Angka Dua (2) sebagai simbol Jari Telunjuk;
  • Angka TIga (3) sebagai simbol Jari Tengah;
  • Angka Empat (4) sebagai simbol Jari Manis;
  • Angka Lima (2) sebagai simbol Jari Kelingking.

Sebagai bahan latihan sinkronisasi, Anda bisa menggunakan pola diatonik mayor untuk membiasakan jari kanan dan kiri berkolaburasi. Teknik permainannya bisa berupa pola yang sama (searah atau berlawanan), bergantian untuk saling mengisi, dengan kecapatan sama atau berbeda lambat dan cepat.

Pada not balok, penulisan angka yang menunjukan jari biasanya terletak di bagian atas pada notasi tertentu yang mengalami perubahan. Nah, ketemu not balok lagi, kan…? Ini salah satu alasan mengapa mempelajari not balok itu penting dan banyak manfaatnya.

9. Mempelajari dan Menerapkan Akord Pengiring Lagu yang Disukai

Tips dan cara cepat belajar Piano untuk pemula tahap selanjutnya adalah mempelajari dan memainkan bentuk-bentuk akord. Ups, sekali lagi akord bukan kunci…! Emang apa bedanya akord dengan kunci…?

Nah, ini yang perlu digarisbawahi karena di komunitas musik Indonesia telah terjadi kesalahapahaman persepsi tentang kunci yang dianggap sebagai akord. Mengutip dari Sanggar Model (silahkan klik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perbedaan Accord dan Kunci dalam seni musik):

Akord dan Kunci dalam musik merupakan dua konteks yang berbeda. Namun, istilah akord di Indonesia biasanya diplesetkan menjadi kunci. Menurut Penulis, Akord merupakan beberapa nada (3 atau lebih) yang dimainkan baik secara bersamaan maupun satu per satu hingga menghasilkan suara yang harmonis. Sedangkan Kunci dalam musik merupakan bagian dari sistem penulisan nada

Pengembangan satu jenis Akord bisa berjumlah puluhan hasil dari turunannya. Sebagai contoh Akord C memiliki varian C Major, C Minor, C7, CDiminuendo, CAug, CSus, dan lain sebagainya (demikian juga berlaku sama untuk akord D, E, F, G, A, dan B). Bagi pemula, mungkin ini akan terkesan sulit dan menjenuhkan. Oleh karena itu, Komukote menyarankan untuk memilih akord-akord yang familier digunakan seperti C, Am, Dm, G, F, Em. Penambahan akord lain yang populer adalah D, Bm, C#m serta bentuk-bentuk kombinasinya.

Jenis akord yang dimainkan dapat berupa broken accord (akord yang nadanya dimainkan satu per satu seperti arpeggio) ataupun harmonic accord (akord yang nandanya dimainkan secara bersamaan. Sedangkan jangkauan jari bisa dimulai dari akord kecil (3 nada) kemudian jika sudah lancar baru memainkan akord besar. Pada tahap ini, latihan teknik bisa dilakukan untuk mengasah permainan jari pada kedua tangan Anda, dengan cara sebagai berikut:

  1. Jari tangn kiri berposisi sebagai akord pengiring, sedangakan jari tangan kanan memainkan melodi;
  2. Jari tangan kiri berposisi sebagai bass, sedangkan jari tangan kanan memainkan akord pengiring.

10. Memainkan Akord Piano Sesuai dengan Nada Dasar Vokal yang Diiringi

Jika sudah menguasai bentuk, jenis, dan cara memainkan akord, maka tinggal memanfaatkannya untuk mengiringi bernyanyi. Pada awalnya mungkin akan kesulitan memadukan nada Piano iringan dengan vokal karena belum tentu sinkron nada dasarnya. Vokal bisa ketinggian atau sebaliknya iringan Piano yang bernada tinggi. Namun, seiring dengan waktu, nanti akan menemukan cara untuk menentukan nada dasar yang tepat dan sesuai saat memainkan Piano untuk mengiringi vokal.

Jika Anda menggunakan Piano Elektrik, mungkin akan lebih mudah menyesuaikannya karena tersedia fitur Transpose yang berfungsi untuk menaikan atau menurunkan nada. Namun jika menggunakan Piano Akustik, Anda harus merubah akord sesuai dengan polanya. Keuntungan menggunakan Piano Elektrik tentu lebih praktis, namun menggunakan Piano Akustik lebih melatih kualitas dan skil untuk menopang improvisasi.

Penutup Materi Cara Cepat Belajar Piano Untuk Pemula Lengkap

Instrumen musik Piano memiliki karakteristik kuat dan dapat memberikan image eksklusif serta memiliki nilai prestise tinggi. Tolak ukur permainan piano lebih cenderung pada kepuasan batin dengan konsep memainkan teknik, dinamika, ritme, ekspresi. Kondisi tersebut menciptakan komunitas penikmat yang bersifat relatif berdasarkan persamaan kesukaan atau selera. Oleh karena itu butuh perjuangan keras untuk melawan kejenuhan dan menaklukan teknik skil permainan yang memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi.

Namun demikian, banyak tips dan cara belajar Piano bagi pemula yang bisa dijadikan sebagai panduan, acuan, serta motivasi untuk menguasainya dengan mudah. Konteks materinya adalah “tips dan cara cepat belajar piano bagi pemula”, bukan menggunakan kata murah. Jadi, meskipun mudah Anda harus tetap berkorban banyak baik materi maupun non materi untuk menguasainya.

Jika tertarik untuk mempelajari lebih spesifik untuk memainkan instrumen ini, silahkan kunjungi artikel kami di Program Kursus Musik Piano Klasik

Apabila ada pertanyaan, silahkan berkomentar melalui postingan ini atau melalui 085-866-366-506 untuk berkomunikasi dan berkonsultasi. Demikian tips dan cara capat belajar piano untuk pemula versi Komukote. Semoga dapat membantu Anda mendapatkan referensi dalam belajar Piano. Selamat dan semangat belajar…

Jika bermanfaat, bantu kami untuk berbagi...